(Iseng) Luka


 
             
DEC 1, ’11 3:46 AM
FÜR KONTAKTE
Kupandangi pepohonan yang meranggas kehilangan daunnya….
aaahhh…bukan kehilangan,
tapi sengaja menjatuhkan semuanya…
seperti hal nya diriku yang harus menggugurkan
berjuta kenangan bersama dirinya…
Desau angin menerbangkan  dedaunan,
berputar dan terbang menjauh dari tempatnya gugur….
seperti itulah aku menerbangkan segala kisah-kisah
yang telah tercipta dengannya…
Terdiamku disini..tersentak tanpa kata….
masih dibangku yang sama dimana kita merenda kisah.
indah bagiku..mungkin tidak bagimu…
 
Aku tak tau sampai kapan luka ini terhujam dihatiku..
sama hal nya seperti aku tak tau
seberapa lama aku mampu bertahan…
Jujur  ingin aku katakan ..mungkin saat ini  
kau adalah satu-satunya orang yang ingin aku benci.
sama seperti halnya aku membenci diriku sendiri..
karena selalu mencoba merajut kembali
helai demi helai benang kenangan…
 
yaa…aku dan kamu…
Bukan karena rasa cintaku yang begitu besar untukmu…
hingga tak pernah aku indahkan seberapa banyak
luka yang telah kau tanamkan dalam hatiku…..
 
aahhh…entah harus kemana kucampakkan
sisa kasih yang kini masih terselip di rongga jiwa….
 
 
Nürnberg, 1 December 2011
 
 
 
 
 
23 CommentsChronologisch   Absteigend   Threaded
orangjava
orangjava wrote on Dec 1, ’11
Isuk keneh maca iyeu……imut euy…….
rhedina
rhedina wrote on Dec 1, ’11
orangjava} sagte

Isuk keneh maca iyeu……imut euy……. 

Abah sayang….Wie nuju diajar nyerat..he..he.. imut naon Abah…?😀
orangjava
orangjava wrote on Dec 1, ’11
rhedina} sagte

Abah sayang….Wie nuju diajar nyerat..he..he.. imut naon Abah…?😀 

Ach hoyong uwih tapi teu acan kengeng hiber…..riweuh, 2 minggu damel….terus pensiun……
jampang
jampang wrote on Dec 1, ’11
di balik pohon yang meranggas pasti ada maksudnya
di balik kejadian pun pasti ada hikmahnya
ipie
ipie wrote on Dec 1, ’11
jampang} sagte

di balik pohon yang meranggas pasti ada maksudnya
di balik kejadian pun pasti ada hikmahnya
 

SETUJU…
Dan Ipie YAKIN, Insya Allah teteh bisa mendapat hikmahnya….
haniyaizz
haniyaizz wrote on Dec 1, ’11
🙂
rhedina
rhedina wrote on Dec 1, ’11
Dear all….sedang belajar menulis ceritanya, meskipun jika dibaca kembali, masih terasa timpang ….:)
Terima kasih atas segala apresiasinya…
rhedina
rhedina wrote on Dec 1, ’11
Dear Ipie dan kang Rifki…betul sekali..dibalik pohon yang meranggas…dia sedang menyiapkan tunas-tunas baru yang indah…disetiap kejadian selalu tersimpan sejuta hikmah…namun kadang kita memerlukan waktu untuk mampu meyebutnya sebagai hikmah…seperti halnya sang pohon yang menumbuhkan kembali pucuk-pucuk daunnya nya yang indah…:)
aisya211
aisya211 wrote on Dec 1, ’11
Beautiful :))
hwwibntato
hwwibntato wrote on Dec 1, ’11
tulisan yang indah, Teteh …
menyentuh …
aisya211
aisya211 wrote on Dec 1, ’11

tulisan yang indah, Teteh …
menyentuh …
 

hehehehe … aisya juga sependpt :))
hwwibntato
hwwibntato wrote on Dec 1, ’11
aisya211} sagte

hehehehe … aisya juga sependpt :)) 

betul sekali, Aisya … he he he …
rhedina
rhedina wrote on Dec 1, ’11
aisya211} sagte

Beautiful :)) 

Danke….terima kasih..hatur nuhun..tapi belum seindah untaian kata-katanya Aisya..:)
Teteh harus banyak belajar dari Aisya nih…
rhedina
rhedina wrote on Dec 1, ’11

tulisan yang indah, Teteh …
menyentuh …
 

Wuaaaaaaaaahhh..nyindir ini mah..:D
rhedina
rhedina wrote on Dec 1, ’11
Dear Aisya dan Kang Hendra….hehehe..juga aaahhh..:D
rhedina
rhedina wrote on Dec 1, ’11
haniyaizz} sagte

:) 

Senyum juga🙂
wayanlessy
wayanlessy wrote on Dec 1, ’11
Dan ketika aku mengamati pepohonan yang meranggas aku melihat ada perbedaan perbedaan di antarannya. 

Yang meranggas dengan penerimaan dan kesadaran untuk melepaskan dan menjatuhkannya ke pelukan bumi, bahkan seperti berharap untuk membahagiakan tanah. mengunyah dan menguraikan bagian-bagiannya. Menyimpan energinya untuk menyambut kedatangan musim semi dengan raya.

Yang meranggas karena pasrah dengan keputusasaan karena tak punya pilihan kemudian menyerah kalah tapi masih gamang rerantingnya menggapai udara dengan hampa. Dua musim mendatang ia tertinggal dan bertunas paling lambat…

Yang meranggas karena terpaksa, menggeliat, memberontak, mencoba menahan daun-daunnya bergelayut hingga habis energi yang dipunya dan ia meranggas untuk selamanya.

wayanlessy
wayanlessy wrote on Dec 1, ’11
Astaga…panjang ternyata komenku..
punteh teteh..*_* jadi malu…maklumlah, aku disinipun sedang mengamati musim gugur yang menggigil dirambati suhu musim dingin dan menggugurkan dedaunannya yang memerah bagai berontak tak mau kalah..dan menguning karena langsung menyerah. Jadilah aku tersuai-suai oleh puisi teteh dan fotonya ^_^ panjang deh komennya hihihi..
rhedina
rhedina wrote on Dec 2, ’11

Dan ketika aku mengamati pepohonan yang meranggas aku melihat ada perbedaan perbedaan di antarannya. 

Yang meranggas dengan penerimaan dan kesadaran untuk melepaskan dan menjatuhkannya ke pelukan bumi, bahkan seperti berharap untuk membahagiakan tanah. mengunyah dan menguraikan bagian-bagiannya. Menyimpan energinya untuk menyambut kedatangan musim semi dengan raya.

Yang meranggas karena pasrah dengan keputusasaan karena tak punya pilihan kemudian menyerah kalah tapi masih gamang rerantingnya menggapai udara dengan hampa. Dua musim mendatang ia tertinggal dan bertunas paling lambat…

Yang meranggas karena terpaksa, menggeliat, memberontak, mencoba menahan daun-daunnya bergelayut hingga habis energi yang dipunya dan ia meranggas untuk selamanya.

MasyaAllah…cantiknya…..diantara tiga pilihan diatas..teteh memilih yg pertama, karena bagi teteh disana tercermin satu pengorbanan yang tulus…. untuk berjuta kebahagiaan…. ^_^
rhedina
rhedina wrote on Dec 2, ’11

Astaga…panjang ternyata komenku..
punteh teteh..*_* jadi malu…maklumlah, aku disinipun sedang mengamati musim gugur yang menggigil dirambati suhu musim dingin dan menggugurkan dedaunannya yang memerah bagai berontak tak mau kalah..dan menguning karena langsung menyerah. Jadilah aku tersuai-suai oleh puisi teteh dan fotonya ^_^ panjang deh komennya hihihi..

Teteh bahagia..teteh senaaaang membaca untaian kalimat kalimat di atas tentang pengorbanan yg tulus…tentang rasa ragu dan bimbang..dan keputus-asaan……memberi banyak pelajaran bagi teteh..hatur nuhun Cantik…
Selamat menikmati sisa musim gugur yang indah….^_^
tintin1868
tintin1868 wrote on Mar 12
benci sama pohon itu benci diri sendiri? 

😀 emang sudah waktunya gugur daun..

tintin1868
tintin1868 wrote on Mar 12
ku paling ga pinter menterjemahkan katakata indah..
afriantodaud
afriantodaud wrote on Mar 12
cantiiik …:-)

pertanyaan terakhir itu menarik😀

3 thoughts on “(Iseng) Luka

    • Iyaaa, eh ternyata ada cara memindahkan blog kita kumplit sama komentarnya Laras, tp settingannya hrs everyone dulu, tp teteh blm coba, ini mah satu2 dicopas waahh cape jg.
      Kalau mbak Tintin pindahin lewat email, itu jg koment keambil semua.

      • larass belum, pengennya gak mau mindahin semuanya tp di saring lagi….di MP banyak postingan geje nya soalnya hahaha lah klu di WP pengennya postingan khusus foto nah klu di BS pengennya postingan tulisan yg berbau bau nyastra gitu teh…ambil hikmahnya ajah lah kalau MP tutup setidaknya bisa jadi renungan pribadi larass sendiri kalau ternyata selama di MP banyak tulisan geje nya xixixixixixi makasih yah teteh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s