Till There Was You

Video

Bismillahirrohmanirrohim..

Tetiba kangen sama kang mas, padahal cuma semalam doang ditinggal ke Milano, aahh mulai melon deeeh… semakin sadar sesadar-sadarnya..kalau diriku tak bisa jauhan dengan dirinya… ihiiiirr… *pegang pipi anget*

So lagi demen denger lagu The Beatles…dengar lagu ini, makin melooon deeh.
Petikan gitarnya asyiikk…duuhhh sejak dulu suka lagu ini….
suka kah teman-teman dengan lagu ini..???

There were bells on a hill,
But I never heard them ringing.
No I never heard them at all
Till there was you.
There were birds in the sky,
But I never saw them winging.
No I never saw them at all
Till there was you.
Then there was music, and wonderful roses
They tell me,
In sweet fragrant meadows
Of dawn,
And you.
There was love all around,
But I never heard it singing.
No I never heard it at all
Till there was you…

Nürnberg, 26.02.2014

Iklan

Ijinkan Kami Berbagi Dengan Yang Kami Mampu

Mari saling membantu…

Lambangsarib's Blog

Sobat blogger….,

Kali ini saya mengatas namanakan CSMCargo. Sebuah perusahaan  jasa  pengiriman barang yang diamanatkan Tuhan. Dalam konteks ini, perusahaan yang saya pimpin   adalah badan usaha yang berorientasi pada keuntungan.

Untuk diketahui bersama bahwa negeri kita  terletak di “ring of fire”. Yaitu deretan kepulauan yang terbentuk bersamaan dengan gunung api, sebagai akibat langsung dari pergeseran lempeng tektonik. Hampir semua jajaran pulau di negeri ini  terdapat gunung api aktif.

Bessyukurlah, negeri ini subur makmur, gemah ripah loh jinawi. Bahkan Koes Plus mengatakan dalam syair lagunya, tongkat kayu pun jadi tanaman. Negeri ini memang tanah syurga.

Akan tetapi, bersamaan dengan itu pula  negeri ini  menyimpan potensi  bencana. Yang kapan saja bisa terjadi, tanpa pemberitahun, dan bahkan terkadang tanpa gejala alam yang mendahului. Gunung meletus,  gempa bumi dan  tsunami adalah bagian yang menyertai perjalanan panjang negeri.

Saya selalu berdo’a agar  tidak ada lagi bencana di negeri ini. Akan tetapi, kami sadar bahwa bencana…

Lihat pos aslinya 356 kata lagi

Indonesia Tanah Airku

Video

Bismillahirrohmanirrohiim,

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

by: Ibu Soed

Setiap mendengarkan lagu ini, selalu saja tergetar hati dan tak terasa air matapun menetes di sudut mata.
Untuk Indonesiaku yang sedang berduka, semoga Allah SWT melimpahkan kesabaran..ketabahan kepada saudara-saudara di tanah air tercinta dan semoga semua segera berlalu…aamiin.

Lagu ini inshaAllah akan dinyanyikan oleh anak-anak kami dan anak-anak sahabat-sahabat kami dalam acara ulang tahun paguyuban orang Indonesia se Franken tgl 4 Mei nanti, semoga mereka pun mencintai Indonesia sebagai tanah airnya.

Nürnberg, 14022014

Tidak perlu iri

Bismillahirrohmanirrohim

“Maaa….beli “talenan” dong” itu rengekan anak-anak beberapa tahun lalu. Talenan..?? Itu sebutan saya untuk menyebut salah satu jenis Tablet bergambar Apel krowak 😀

Dipenuhikah rengekan mereka..?? Ooh tentu saja tidaaaak hehe bukannya pelit sih, tapi ada alasan mendasar yg tetap saya pegang sampai saat ini mengapa saya ndak mau belikan itu Talenan.

Awal ceritanya begini, *sibak ujung kerudung*
Sudah menjadi pemandangan biasa kalau kita-kita kumpul plus keluarga, anak-anak mereka sering membawa si talenan, ya ndak cuma bergambar Apel krowak saja sih, macem2 lah.
Saya perhatikan mereka anteng ikut anak lain ketika sedang main, dan sudah sering terpikir juga sih dibenak saya untuk beli talenan, buat emaknya maksudnyaaa biar bisa nyantei tiduran sambil baca dll..dll..hehe
Tapiiiii lama-lama anak-anak merengek seperti di atas tadi, “beli doong maaa…” Lalu saya tanya “buat apa talenan?”
“Ya buat main game laaah Maaa” jawab mereka kompak.
“Aaah main game mah di laptop aja atuuhh..” jawab saya kemudian.
“Waah Leptop mah berat ngga enak, ngga praktis maaa” protes mereka, naah kalimat berikutnya yang keluar dr anak-anak saya yang bikin saya sampai sekarang emooh beli itu Talenan,
“Yaaaah mamaaa…masa yang lain punyaaaa… kita ngga punyaaaa..!!”

Sambil tarik nafas panjang lalu saya bilang “apakah setiap apa yg dimiliki orang kita harus punya..?? Itu iri namamya, Apakah kalian malu ndak punya tablet?” Mereka hanya diam, lalu lanjut saya “Coba bayangkan, betapa capenya hidup kalian jika mengejar apa yg harus dimiliki karena melihat orang lain memiliki sesuatu yang tidak kalian miliki..??
Mama paling tidak suka kalian punya sifat iri hati dengan benda yg dimiliki orang lain, tp jika iri melihat seseorang yg pintar dan berusaha untuk pintar seperti dia itu bagus”
Kalau kalian iri terus, nanti ndak bisa bersyukur atas apa yang sudah diperoleh, padahal Allah menyukai orang-orang yang pandai bersyukur”
Mereka hanya mengangguk-angguk, ntah ngeh ntah ndak. Lalu saya memberi contoh lagi “coba lihat saudara kalian yang kadang makan pun seadanya, ndak cukup uang buat bisa sering makan seperti kalian, dan coba perhatikan, mereka ngga ngeluh khan..?? Ngga merengek2 minta ini itu..??”
“Kalian harusnya bersyukur, meskipun kalian ndak punya tablet, tp masih punya laptop, kalau sekedar untuk main game, ada Nintendo juga, sooo perlukah kita beli tablet..??”
Akhirnya mereka pun bilang “okeee mama.. wir brauchen kein tablet mehr” (ok mamaa.. Kita ngga perlu tablet lagi deeeh)
Alhamdulillah.. Semoga saja pelajaran kecil ini tetap tersimpan dibenak mereka, saya tidak mau mereka kelak membusungkan dada hanya sekedar menunjukkan “niih saya juga bisa punya seperti yang kalian miliki, bahkan lebih bagus dr kalian”

Jadi mungkin keluarga kamilah disini satu-satunya yg ndak punya talenan, dan saya bangga karena anak-anak tidak menjadi malu karenanya.
Alhamdulillah… 😊

Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang rendah hati dan pandai bersyukur..aamiin.

Oh ya ada status seorang teman di rumah biru yg bertanya “kira-kira anak usia 2 tahun sudah boleh dikasih Tablet ngga yaaa…??”
Lalu saya komentarin begini :
“Lebih baik jangan, bukan apa-apa sih, tablet cocoknya untuk usia 6 thn keatas, karena usia 2 thn belum bisa nelen tablet tapi beri saja sirup”
Daaaan dia tidak membalas komentar sayaaaaaa….!!! Huwaaaaa…

Nürnberg, 040214

Jatuh Bangun Akuuu…

20140131-174538.jpg

Bismillahirrohmanirrohim..
Mau cerita tentang liburan kemaren aaahh.. Mumpung si mud menghampiri padahal lagi migren nat..nut..nat..nut .. 😀

Seperti biasa, akhir tahun itu kita sekeluarga selalu ka gunung, tak lain dan tak bukan untuk memenuhi keinginan anak-anak untuk berseluncur di atas Salju alias main Ski dan Snowboard. Kalau saya mah ya mending liburan ke tempat yang hangat yang penuh dengan tukang Batagor, tukang Lotek tukang Bubur ayam, alias ka Bandung 😀

Seperti tahun lalu, kami memilih Grosser Arber tempat main salju ini, selain tidak terlalu jauh, tempat ini juga paling bagus di Bayern, dan yang paling penting mah ngga terlalu mahal..teteuuuup cari yang rada miring harganya 🙂 Bisa dilihat di http://www.arber.de  Dulu pernah di Austria, memang lebih cantik sih cuma ngga cantik di dompet hehe  asalnya anak-anak ngerengek minta ke Austria lagi, tapi emaknya keukeuh pokoknya kalau mau main ya di Grosser Arber ajaah, setelah diterangin itung2an bareng sama mereka..bla..bla..bla..akhirnya mereka setuju, alhamdulillah, anak jaman kiwari mah ngga bisa nerima mentah, mesti diajak diskusi lalu adu argumentasi dulu, baru deh mereka ngerti kenapa emak bapaknya ambil keputusan ini.

Lalu saya iseng ngajak sobat saya untuk ikut gabung, dan ternyata mereka sangat tertarik, suaminya bilang ” masaaa sudah 12 thn lebih tinggal di Jerman ngga pernah nyobain main Ski..? Kita ikutan mas Tri sama Teh Dewi, dan sekalian kalo bisa di hotel yg sama” begitu katanya.

Alhamdulillah Hotel masih ada kamar kosong. Jadi bareng2 kita menginap di hotel yg sama.. Heboh..?? Uuuh pastiiii… Eehh tambah seru, ternyata Kakak nya Yoga yang tinggal di Stuttgart Mas Rinto dan keluarga juga tertarik untuk gabung..makin seruuu deehh…sayang di foto bareng-bareng, Mas Rinto sama mbak Letty keburu balik ke Hotel, anaknya si lucu Tammy kedinginan.
Naaah biasanyaaa saya hanya jadi penonton saja ndak pernaaah ikutan main Ski, paling ya kaya Noni gitu seluncuran doang sambil tereak2 dan tertawa bareng kang mas, biasanya balapan kitaaa hehe
Kali ini berbeda niih.. Ola bilang “maaaa du musst ski fahren” ( maaa.. kamu harus main ski)  awalnya nolak mentah-mentah doong  wong emaknya main esketing aja ndak bisa, jatoh meluluu kapooook…!!
Eeh dipaksa-paksa, terus dibujukin jg sama  Sophie dan Yoga, “ayooo Teeh main ski.. biar ngga penasaraaan”
*Itung bulu si cemeng* “ikut..jangan..ikut..jangan..” akhirnya ikut jugaaa setelah dibujukin kang mas.

Sempat terbersit pertanyaan nih ” saljunya ada ngga yaa..?” Soalnya di sebagian besar Jerman dan di Nürnberg mah ngga bersalju,  winternya hangat malahan. Sempat bercanda juga, kalau ndak ada salju mah, kita ke Ceko sajalah karena kebetulan memang berbatasan dengan negara Ceko. Tp di gunung ini Grosser Arber namanya, karena termasuk tempat wisata winter, jd kalaupun sedikit, dibantu dengan salju buatan yg disemprot pake mesin gede2. Eehh suprise.. begitu memasuki pegunungannya, mulai terlihat pemandangan cantik yg tertutup salju meski tidak tebal sekali, alhamdulillaah…:)
Singkat cerita niih, hari pertama, kita langsung ke tempat penyewaan alat2 ski dan snowboard, ukur sepatu, tinggi dan berat badan.. Nyewa sehari kumplit 14 euro sajah, plus 35 euro untuk satu hari kursus Ski nya. Berhubung kita bertiga sama sekali belum pernah main Ski, kita daftar kursus dulu, biar ngeh dasar-dasar berseluncurnya. Yang main Snowboard cuma mbak Iya doang, yang lain main Ski.

Ditanya berat badan dan tinggi badan buat menyesuaikan dengan berat sepatu dan tinggi tongkatnya. Saya ikut 2 hari sekolah Ski ini. Sementara Yoga dan Sophie ambil satu hari saja.
Lalu ketemu pelatihnya namanya Milaskov, eehh kaya  nama pemain sepak bola yaa…:) ramah dan suka becanda, sayang ngga sempat foto bareng.
Ternyata oh ternyataaaaa main Ski tak semudah yang saya bayangkaaan… dan menguras tenagaaaa… ditengah2 Salju itu, baju basah sama keringaat saudara-saudaraaa.!!!
Hah..heehh..hooh pokokna mah, kata urang Sunda mah bobolokot kesang laahh..heu..heu…
Si Milaskov ini teh yaaaa,sabar bangeuut sering bantuin saya, dibanding ke siswa lain.. Apa karena saya yg paling berbakat kali yaa…bakat jatooooh maksudnyaaaa hahaa *ketawa miris*
Pas selesai, dia enak ajaaaa megang kepala saya sambil goyang2in gitu kaya ke anak kecil saja sambil bilang “naaa gimana Dewi..?? kamu harus lebih berani lagi yaa”  huuuh kumahaaa…gimaneeee …??!! saya bukan anak-anak woooiii…  *takol pake tongkat Ski*  😀

3 jam berlalu sama dengan belasan jam..*lebaaay* ngga sempat sarapan langsung kursus, jelaslah badan rasanya lemes banget, besok kita ketemu lagi jam 9:30 begitu kata si Milaskov tuh, lalu  dia bilang..”Dewi kamu masih hidup khan dan ngga ada yang patah bukan..?? ayoo semangat..besok makan yang banyak biar ngga lemes!” sambil ngerangkul bahu saya euuhh bebas pisaaaan… kang mas mah pas saya cerita cuma ketawa-ketawa doang halaaaah….bukannya dipelototin tuh si Milas. Kata Sophie mah, ” disangka belum nikah kali Teeeh..” waduuhh itu kalau nganggap belum nikah itu sama dengan menghina, masa sudah sepuh ngga laku-laku…huhuhu…*nyengir sebel*

Pulang ke Hotel, baru berasa pegel banget, ya kaki ya tangan ya badan pula… Bangun tidur apa lagi 😦
Ternyataaa Sophie pun sama jugaa, waktu ketemu pas sarapan pagi.
Ngebayangin itu ya, coba di Indonesia, bisa panggil tukang pijit, bisa sampe ketiduran deh.

Hari ke 2, dibawa langsung ke tempat yang lumayan tinggi..hadooh belum apa-apa sudah deg2an, beneran takut banget saya hari itu, ditambah hari kedua itu berkabut tebal, sampai mata sulit buat melihat,eeehh tapi kata anak-anak, di atas sekali malah cerah dan cantik mataharinya..ko bisa yaa…??? Lanjuut… terus saya disuruh meluncur dari atas..ya Allah..dalam hati saya berdzikir saja, setelanh menimbang-nimbang…berpikir lalu saya memutuskan begini : “Milaskov, saya ngga bisa ikutan ski bareng dengan siswa yang lain, ada dua ibu2 yang jd murid dia itu, dan mereka sudah terlihat luwes mainnya, jauh dibanding saya, Lalu lanjut saya ” kamu terus-terusan ngedampingin saya, sementara mereka juga harus didampingi, saya memperlambat kalian, ya ngga apa-apa saya ikut beberapa saat saja, lalu saya selesai untuk hari ini” Dia sempet nyemangatin lagi sih..”ayoolah Dewi, kamu itu bisa ko..hanya harus mengalahkan rasa takut kamu saja” saya jawab..”nein Danke…saya tidak bisa melanjutkan sampai 2 jam kedepan, Danke sudah sabar melatih saya yaa..” salaman dan say gudbay sama dia dan emak yang lain.

Sambil istirahat, saya memperhatikan anak-anak yang meluncur dengan elegannya..seerrr..seeerrr.. gitu ngga ada takutnya, sementara saya mah ngerem melulu, belum lagi jatoh meluluuuu…udah gitu nih, mau bangunpun susaaaah..dan kalau sudah susah bangun ya ngedeprok gitu aja, dan  akhirnya saya telpon kangmas tercintah..”yaaaank..cintaaaa…tolongin dooong..jatoh niihh di tempat bla-bla.. ngga bisa banguuuun..cepetaaan ..bitteeee !!” dan seperti biasa dijawab “weeesss….weeess…weesss…” 😀

Karena saya sudah hoream alias maleeees dan cape….cape karena jatoh meluluu…, ya udah, buka papannya, kasihin kang mas, lalu jalan melenggang bareng kangmas yang manggul papan ski..:D

” Yaaank…Wie ngga mau lagi aah main ski,  cukuup sekali ini, perosotan aja deh” kata saya sambil jalan seperti robot karena sepatunya yang super berat seperti sapatu si Robocop. reaksi Kangmas..?? biasaaaa ketawa sambil nyelentik idung.

Nürnberg, 310114

20140131-163335.jpg

20140131-164903.jpg

Maen perosotan aja deh lain kali mah..

20140131-165025.jpg

Yoga siap2 meluncur…:)

20140131-164849.jpg

Ini sapatunya…:)

20140131-164824.jpg

Papan dan tongkat ski.

20140131-164912.jpg

Anak-anak kecil sedang belajar Ski, pinter2 lhoo..

20140131-173745.jpg

20140131-173809.jpg

20140131-173844.jpg

20140131-173909.jpg

20140131-173950.jpg

20140131-174045.jpg

20140131-174104.jpg

20140131-174149.jpg

20140131-174129.jpg

20140131-174212.jpg

20140131-174228.jpg

20140131-174253.jpg

20140131-174316.jpg

20140131-174713.jpg