Tempat Mengaji Kami Terbakar

Innalillahi… 😓
kita bantu yuuk…meski tidak besar, tetap akan sangat berarti bagi mereka..
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Q.S Al Baqarah 2:261)

Menembus Langit

image

JAKARTA – Telah terjadi kebakaran di jalan Jati Bunder Dalam RT 10-16 RW 014, Tanah Abang – Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2015). Kebakaran ini terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.25 WIB. Hal ini disebabkan adanya korsleting listrik, sehingga banyak rumah warga yang terkena imbasnya. Si jago merah berhasil menghabiskan belasan RT, 2 masjid, 300 rumah habis, dan salah satunya adalah TPA Shirotol Mustaqim, mitra KOMPAQ (Komunitas Pencinta Al-Qur’an) yang telah aktif digunakan untuk belajar mengaji kaum marginal sejak 3 tahun silam.

Seluruh santri Shirotol Mustaqim ini berjumlah 77 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dalam kurun waktu 8 bulan, KOMPAQ hadir untuk mengajar anak-anak TPA Shirothol Mustaqim tiap tahunnya melalui program SERUAN (Sebar Guru Al-Qur’an).

Tentu saja itu bukanlah waktu yang singkat bagi para pengajar SERUAN Tanah Abang ini. Namun, hal inilah yang menjadikan mereka banyak memperoleh ‘pelajaran baru’ ketika mereka mengajar. Belajar dari anak-anak TPA, kondisi lingkungan, dan karakter…

Lihat pos aslinya 210 kata lagi

I do….I do…do..do..do… do… doooo..:D

Bismillah…

Sabtu cerah sekali..langitnya bersih biru..Mataharinya cantik, aahh betapa saya kangen sama sinar Matahari.. foto menyusul deh, biar ngga dibilang hoax hehe..Pagi-pagi baca tulisan mak Nurul tentang Bila Tak Kunjung Menikah, disini nih langsung ingatan melayang ke jaman masih olangan…alhamdulillahnya belum ada jaman galau waktu itu, meski usia sudah merangkak ke usia 30 hehee…gimana atuh ya, belum nemu yang sreg di hati..dan orang tua plus saudara-saudara sudah mulai eh sering nanya..kapaaan??? …kapaaan..?? cari yang gimanaa ??… mau dicarikan..?? yang itu kurang apa..?? yang ini kurang apa..?? haha Terus inget lagu ini nih..kayanya rada2 mewakili deh..:D

It’s always been about me, myself, and I
I thought relationships were nothing but a waste of time
I never wanted to be anybody’s other half
I was happy saying I had love that wouldn’t last
That was the only way I knew ’til I met you

You make we wanna say
I do, I do, I do, do do do do do do do
Yeah, I do, I do, I do, do do do do do do do
Cause every time before it’s been like
Maybe yes and maybe no
I can live without it, I can let it go
Ooh what did I get myself into?
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do

Tell me is it only me
Do you feel the same?
You know me well enough to know that I’m not playing games
I promise I won’t turn around and I won’t let you down
You can trust I’ve never felt it like I feel it now
Baby there’s nothing, there’s nothing we can’t get through

So can we say
I do, I do, I do, do do do do do do do
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do do
Cause every time before it’s been like
Maybe yes and maybe no
I won’t live without it, I won’t let it go
What more can I get myself into?
You make we wanna say

Me, a family, a house, a family
Ooh, can we be a family?
And when I’m eighty years old I’m sitting next to you

And we’ll remember when we said
I do, I do, I do, do do do do do do do
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do do
Cause every time before it’s been like
Maybe yes and maybe no
I won’t live without it, I won’t let us go
Just look at what we got ourselves into
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do,
Love you

lyricnya minjem dari http://www.magistrix.de/lyrics/Colbie%20Caillat/I-Do-1119375.html

Wilujeng berakhir pekan… semoga penuh berkah, sehat selalu..

Nürnberg, 07.03.2015

Berlin…Berlin..

Bismillahirrahmanirrahim,

Sebulan yang lalu, mbak Iya pulaaang.. bahagiaa sekali, meski hanya 10 hari lumayaaan bisa mengobati rasa kangen. Seharusnya sih 3 minggu di Rumah, tapi berhubung mbak Iya harus kerja..  alhamdulillah.. mbak Iya sudah dapat kerja lagi, mengapa dapat kerja lagi ? ceritanya ada disini, dan barangkali ada yg belum kenal mbak Iya..?? mbak Iya anak paling besar, sedang kuliah di Ibukota, sekilas tentang mbak Iya ada disini.

Masih seperti pekerjaan pertama, kerja di salah satu toko pakaian di Mall of Berlin, namanya French Connection, ini nih tokonya

Kerja part time gitu, seminggu 3 kali selama 3 sampai 4 jam, hasil kerjanya satu bulan itu kurang lebih 400 euro, banyak yaaa.. 🙂 Alhamdulillah bisa membantu emak bapaknya sedikit-sedikit. Lagi membayangkan, seandainya di Indonesia memungkinkan para mahasiswa/pelajar bekerja seperti ini.

Kebetulan akhir bulan lalu itu anak-anak libur sekolah selama 1 minggu, kita pun memutuskan untuk jalan ke Berlin, karena mbak Iya sudah wanti-wanti kalau liburan sekolah, kami harus jenguk dia katanya, ndak jadi ke gunung nih buat lihat salju hehe

Ke Berlin mah bukan liburan buat emak bapaknya, karena teteeep harus masak dan nganter-nganter barudak kaditu kadieu. Karena dari awal sudah ada kesepakatan, tidak balanja baju und co, tp boleh belanja buku, jadilah beberapa hari itu nyambangin toko buku, toko bukunya cakeuup, tingkat 3. Disediakan kursi dan sofa untuk baca buku sepuasnya ..!! bahagia sekali anak-anak dan kami juga tentunya emak bapaknya hehe.. Ditambah tempatnya yang enak dan nyaman betahlaaah 😀

Dilantai paling bawah eh lantai bawah tanah, ada cafe yang hhmmm nyaman sekali, dinding nya tinggi dihias dengan tumbuhan asli dan gemericik air yang mengalir turun menyusuri dinding dan berakhir di kolam ikan. Nuansa hijau menambah suasana semakin nyaman, membaca buku sambil sesekali meneguk  teh Jasmine, hhmmm … 🙂

Oh ya toko bukunya itu Dussmann das KulturKaufhaus, bisa kunjungi websitenya http://www.kulturkaufhaus.de

Ndak panjang-panjang aah.. monggo silahkan menikmati sedikit foto-foto selama jenguk mbak Iya..

dibelakang patung “kucing” ini, ada tangga menuju Cafenya

Minumannya mbak Iya

 

si bungsu cep Atul sedang konsentrasi penuh 😃

 

Atul di pusat penjualan “Apel” 😁

Oh ya, di Berlin ada Apple  Store, disitu selain kita bisa membeli semuaaa produk Apple, saya sempat galaaauu .. kabita saudara-saudaraaa… tp pendirian saya kukuh, tepatnya kudu wajib kukuh hahaa meski anak-anak gadis manas-manasin emaknya untuk mengganti dengan si angka 6, saya lempeng sajaaa.. Di sana kita pun bisa konsultasi bahkan memperbaiki yg rusak, ya iyalah yg rusak, kalau bener mah ngapain juga diperbaiki hihi *garing* achso ya.. waktu Hp Ina rusak karena jatuh, kita bawa tuh ke sini, trs “tukang” nya lihat depan belakang, pijit-pijit Hp na dan tetep anteng ngga mau hidup, lalu bawa sebentar ke dalam, terus bilang ke Ina “waaah ini mah ngga bisa dibetulin nih.. kumaha yah..?? kamu bawa bon pembeliannya ngga..??”  “Ada” kata Ina. Terus si cakep bermata biru itu baca- baca dan terus dia bilang “ini Hp nya baru 3 bulan, dan masih ada garansi, mau kita ganti dengan yang baru..?” Hurrraaaa Ina langsung cengar-cengir bahagia. Si cakep bermata biru pun bilang “yasud nanti 2 jam lagi kamu ke sini, lalu ambil Hp pengganti yang baru” alhamdulillah… Ngga pake repot dan ribet, padahal beli Hp nya lewat internet dan bukan di toko Iphone.

Ina sama Mbak Iya nunggu Hp baru 😀

Aaah saya “maksa” kangmas untuk mampir ke Berliner Dome, itung-itung napak tilas 3 tahun yang lalu, dan mencoba membuat foto seperti 3 tahun yang lalu, hasilnya..? Lumayan miriplaaah…sayang mbak Iya sedang kerja, jadi ndak bisa ikutan 😦

Berliner Dome

 

versi hideung bodas ataw Hitam Putih

 

atas April 2012 , bawah Februari 2015

 

kiri April 2012, kanan Feb 2015

boleh dong sedikit narsis..hehe

Ola, Atul und Ina yg melayang 😀

Penutup yang ngga bakalan dilupakan nih, waktu anter mbak Iya ke IKEA buat beli lemari kecil, sekilas saya lihat meja dan kaca rias yang cantik.. sambil jalan saya bilang “Yank…itu meja riasnya cantik yaa.. bagus kayanya buat di kamar” eeeh santaaai banget  kangmas bilang “aaahh ngga perlu, mamanya sudah cantik ko..!!” Ngga tau mesti ngomong apa saat itu 😁😄😄😄😋😋

Nürnberg, 26.02.2015

Belajar Mengaji Lagi Yuuuk… ^_^

Bismillahirrahmanirrahim,
Beberapa bulan yang lalu, salah seorang sahabat memberi informasi tentang belajar Tahsin online.
Awalnya saya ndak pede gitu untuk gabung, karena dalam bayangan saya, pasti yang ikut gabung sudah pada pintar mengajinya, sahabat saya menekankan, kalau kita akan belajar dari awal cara pengucapan huruf2 yang benar, sekaligus belajar Tajwid juga.
Lalu saya berfikir lagi, lhaaaa kalau tidak sekarang, kapan lagi ..? Masa sampai sesepuh ini bacaannya ndak sempurna, lancar membaca Al-qur’an belum tentu sempurna, saya sadari betul kekurangan saya ini 😦
Kebetulan belajarnya pun tak perlu ke luar rumah. Waktunya pun pas, setelah anak2 dan suami pergi sekolah dan kerja, so saya bisa belajar dengan tenang.
akhirnya Bismillahirrahmanirrahim saya mendaftarkan diri untuk menjadi murid di kelas awal.
Alhamdulillah, satu keputusan yang tepat dan alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan untuk menyempurnakan bacaan Al-qur’an saya.
Grup kami terdiri dari 8 orang, kebanyakan dari Jerman, dan satu dari Jepang dan Norwegia.
Ustadzah kami dari Bekasi, beliau sangat ramah dan saat mengajar pun , santai dan kadang bercanda.. aaah bahagiaaa ..ilmu bertambah in sya Allah..saudara pun bertambah 😊

Oh ya Rumah Tahsin ini berpusat di Indonesia, seiring banyaknya permintaan dari saudara2 seiman di LN, maka Rumah Tahsin Indonesia membentuk Rumtan LN, yaitu Rumah Tahsin Luar Negeri, namun tetap dibawah Rumtan Indonesia.

Bagi saudari-saudari seiman yang kebetulan ada di LN, kemarin saya baca di grup RumTa LN, dibuka lagi nih 2 kelas baru,
Hari Rabu jam 16 wib, dan
Hari Jum’at jam 14 wib.
Waktunya disesuaikan dengan waktu dimana kita tinggal, misalnya jam 14 wib itu, berarti jam 8 pagi waktu Jerman.
Jika berminat, silahkan kirim email ke rumtaeropa@gmail.com, pakai bhs Indonesia saja 🙂
Tuliskan juga nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, pekerjaan, id skype, no WA dan Fb kalau ada.

Ada yg bertanya berapa bayarnya..??
Setiap pertemuan kita bisa berinfaq, mulai 2 euro, 2,5 euro dan boleh lebih, dan kita membayar infaqnya per lima kali pertemuan. Jadi kalau infaqnya 2 euro, dalam 1bulan kita berinfaq sekitar 8 euro/10 euro.
Dan itu nanti dikoordinasi oleh Ketua kls masing2.

Daftar yuuuk… tempat terbatas lhoo… 🙂
Agar lebih memantapkan hati dan menjadi penyemangat belajar tahsin ini, baca-baca disini
Dan disini yuuk..

Nürnberg, 23.02.2015

IMG_9194-0

Kue Talam Ubi

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaykum..
Apa kabar semuanyaaa…?? Semoga Allah senantiasa melimpahkan nikmat sehat buat kita semua..aamiin..

Ada yg kangen saya kaaah..?? Dan bertanya2 kemana sayaaa…?? hahhaa bolehlah sedikit ge-er 😀
3 Minggu kemarin saya sakit, hampir serumah malahan, dan ternyata di Bayern sedang terjangkit wabah Flu dan batuk, dan ini 5 kali lebih berat dibanding tahun-tahun dulu, ndak heran, ada Sekolah yg diliburkan 3 hari karena banyak murid dan guru yang sakit.
Semoga saja wabah ini segera berlalu… aamiin..
Jadi punteeen…maaf sekali, belum bisa sowan ke rumah sobat-sobat semua.. *salamin satu-satu* 😀

Naaah selama sakit itu, kerjaan cuma banyangin makanaaaaan melulu hehe
Kayanya yg ini enak, kayanya kalau makan ini enak, kayanya kalau buat ini gampang dan enak dan seterusnya dan seterusnya 😀
Lalu ingat sobat saya pernah memberi cetakan Kue Talam Ubi, yo wes mari kita coba, kelihatannya gampang dan ternyata memang gampang 😀
Kebetulan hari Minggu ada pengajian rutin, yo wes… bikin Talam Ubi saja deh, alhamdulillah ada “adik” yang bantuin membuat 2 resep .. Danke ya Tin.. 😘😘

Mulai yuuk ..
Bahan:
Lapisan Ubi:
300 g ubi jalar, kupas
60 g tepung kanji
50 g tepung beras
120 g gula pasir
250 ml santan kental, dari 1 butir kelapa
1 sdt agar-agar bubuk
½ sdt garam

Lapisan Santan

150 ml santan kental, dari ½ butir kelapa
5 sdm air panas
3 sdm tepung beras
1 sdm tepung kanji
½ sdt garam

Cara Membuat:
Olesi 27 cetakan kue talam dari plastik (berukuran cucing). Olesi minyak goreng tipis- tipis. Sisihkan.
Lapisan ubi: Kukus ubi hingga lunak. Angkat. Haluskan selagi panas, campur bersama tepung beras, tepung kanji, santan, agar-agar, gula, dan garam. Tuang adonan ke dalam cetakan-cetakan hingga ¾ tinggi cetakan.
Kukus di atas api kecil hingga matang (± 10 menit). Angkat. Diamkan dalam dandang.
Lapisan santan: Tuang ke atas lapisan ubi (¾ cm). Kukus kembali hingga santan matang (± 15 menit). Angkat. Sajikan panas.
Untuk 27 buah

Kata sebagian teman-teman sih, kurang manis sedikiiit saja lapisan Ubi nya, jadi bisa ditambahkan takaran gulanya menjadi 140 gr.
Padahal khan ada saya tuh, sambil makan sambil lihat saya, dijamin dah jadi tambah maniiiis… keresek mana…?? Kereseeeek…??!!! Hahahhaa

Ini penampakannya

2015/02/img_8841.jpg
Karena bahannya masih lumayan banyak, sementara cetakan talamnya masih digunakan, dan sudah agak malam, yasud..ya sudah pakai cetakan kue putu ayu saja deh.. hasilnya lumayan cantik, iya khaaaan….??

2015/02/img_8847.jpg
Kapan-kapan mau bikin dari ubi ungu, kayanya cantik deh 🙂

Resep di atas, saya ambil disini

Selamat berakhir pekan semuanya….
Sehat-sehat selalu yaaa…
Siap-siap riweuh lagi karena minggu depan anak-anak liburan winter..
Kemana yaaaa… 😀

Nürnberg, 13.02.2015

Si Manis Yang Berlapis, Kue Lapis Pandan.

Bismillahirrahmanirrahim…

Tahun 2014 itu buat saya ngga lepas dari kukusan, sagalaaaa dikukus… pokoknya mah ada makanan yg mesti dikukus buatnya, pasti langsung dicoba, ndak tau kesambet apa ko demen sekali ngukus..eiit yang pasti bukan disambit kukusan yaaa..benjol bonyok kalau disambit kukusan maaaah hahaha *garing deh* 😀

Waktu ada undangan pengajian di luar kota, teman ada yang buat Kue Lapis seperti yang dijual di Pasar-pasar gitu, langsung dong tanya resepnya, Danke mbak Gun buat resepnya…
Besoknya belanja ke Toko Asia, beli santan instan, beli tepung Kanji, dan daun Pandan, Endomih, Lengkuas, Cabe rawit, Serai…eehh ko keterusan 😀
Ngebuut naek sepedahnya juga saking ngga sabar ingin cepat2 buat terus dipamerkan dooong *paraaaah*
Jahat sebetulnya aplot foto2 makanan indonesia atau jajanan Pasar itu, karena sobat-sobat saya di Jerman jadi pada mau, dan banyaknya pada males buatnya eeh bukan males sih, mungkin ndak ada waktu atau ndak kumplit barangnya/bahannya.
Dan ini menjadi peluang buat saya jadi tukang jualan jajanan pasar di Nuremberg hahay..
Udah aah pengantarnya, jadi begini resepnya.

Bahan :
600 gr tepung kanji
1100 ml santan
500 gr gula pasir
garam sedikit
Pasta pandan secukupnya.
Daun pandan

Caranya :
Siapkan loyang yg muat di dandang ya, olesi minyak, sisihkan.
Masak santan dan gula pasir plus garam dan daun pandan.
Setelah dingin, tuangkan sedikit demi sedikit ke tepung kanji.
Aduk rata, kalau perlu disaring, biar ndak ada gumpalan.
Bagi dua adonannyanya, satu beri warna hijau.
Kalau mau warna merah/coklat bisa juga.
Panaskan dandang, lalu panaskan loyang 10 menit, lalu angkat, tuangkan adonan selang seling, satu lapis kurang lebih 5 menit. Tutup dandang, dilapisi serbet/lap, biar airnya ndak netes2.
Setelah adonan habis, kukus lagi selama 30 menit.
Oh ya resep ini disesuaikan dengan selera saya, gulanya saya kurangi.
Jangan lupa, setiap mau menambahkan lapisan, adonan diaduk lagi ya, biar ndak ada tepung mengendap 🙂

Selamat mencobaaa..

Ini seperti kue kapis di pasar lhooo… bisa dilepas satu2, berasa balik ke jaman anak-anak, makannya dinikmatiii banget, dilepas satu-satu terus haaap..haaap masuk mulut.. hmmm nom-noooom… 😀

2015/01/img_8623.jpg

Selamat berakhir pekaan…sehat-sehat selalu ya..

Oh ya sebelum lupa, resep ini saya dapat dr teman, dan teman tidak menyebutkan sumbernya, kalau ada sahabat-sahabat yang kebetulan tahu sumber resep ini, tolong beritahu saya ya…biar saya bisa cantumkan sumber aslinya… hatur nuhuun… 🙂

Nürnberg, 23.01.2015

Bolu Kukus Gula Merah praktis

Bismillahirrahmanirrahim..

Again…?? Lagiiii…??? schon wieder..??? Ngga boseeen…?? Ngga laaah hehehe
Ini saya coba resep bolu kukus praktis dari mamanya Prema, tanpa telur dan tanpa Mixer.. Aduk-aduk pakai sendok doang..

Bahannya :
– 250 gr terigu
– 250 gr gula merah [saya pakai yg
bubuk]
– 150 ml air
-100 ml minyak
– 1/2 sdt bakingpowder
– 1/2 sdt soda kue

Caranya :
Cairkan gula merah dengan air panas lalu saring dan dinginkan sebentar.
Campur semua bahan jadi satu sampai tercampur rata.
Masukkan ke cetakan lalu kukus dengan api besar 15 menitan.

Hasilnya..?? Alhamdulillah mekar sempurnaaaa…

2015/01/img_8472.jpg

Selamat mencobaaa dan wilujeng berakhir pekaaan.. 🙂

Nuremberg, 18.01.2015

Bolu Kukus ooh Bolu Kukus

Bismillahirrohmanirrohim…

Saya dari jaman dulu paling maleeeees bikin kue bolu kukus, kenapa males..?? Lhaaa setiap bikin ko mingkem semua alias jamedud alias cembetut dan judesnya minta dilempar, ngga mau sedikitpun memperlihatkan senyumnya, meskipun segaris doang …beda sama yang bikinnya dah, orangnya ramah, baik hati, murah senyum dan pandai menabung ..hiaaahahaha….*perlu keresek..??* 😄😄😄

Tapi akhir-akhir ini, mulai akhir tahun deh, jiwa satria saya tertantang untuk menaklukkan keangkuhan si Bolkus ini..eeeaaaa … soooo…buka-buka semuaaaa resep bolu kukus dengan judul bolu kukus mekarlah, bolu kukus tertawa lah..bolu kukus lembut mekar lah, bolu kukus terbahak-bahaklah.. semuaaaa saya baca…baca doaaang belum bikinnya mah heuheu..
Yang bikin males lagi karena semuaaa resepnya pakai Tbm lah, Sp lah..semacam bahan kimia buat pengembang kue yang lumayan sulit didapat di Jerman, dan yg bikin ragu itu ya kehalalannya..

Sampai pada satu resep bolu kukus yg bisa dibuat tanpa tbm/sp.
Semangat pisan nyoba, pas masukkin ke dandang pake berdoa dengan khusyu… berharap si bolkus mau tersenyum kalau bisa tertawa..
15 menit kurang lebih berlalu, dag dig dug doong hatinya, bismillah buka tutupnya daaaaan tarraaaaaa…mereka tertawa renyah padakuuuu…. Oohhh bahagia dan terharunyaaa… Ok yg ini terakhir mah lebay 😀
Ini nih penampakan Bolu Kukus Gula Merah saya

2015/01/img_8420.png

Ada yang mau resepnya..? Ini yaaa
Bahannya :
– 250 gr terigu
– 250 gr gula merah,
– 200 ml air panas
– 2 btr telur
– 1/2 sdt Baking Soda
– 1/2 sdt Baking Powder
– 50 ml minyak goreng

Caranya :
– lelehkan gula merah dgn air mendidih, lalu saring.
– satukan tepung dgn BS dan BP saring.
– kocok telur sampai ngembang, lalu masukkan campuran terigu.
– masukkan pelan2 gula merah, lalu minyak goreng, aduk.
– masukkan ke dalam cetakan Bolu kukus, lalu kukus.
Oh ya kukusannya harus sudah puanas banget yaaa… Daan jangan dibuka2 sebelum waktunya selesai.
Tapi kalau mau dibuka sebelum waktunya mah mangga saja, biar tau
kenapa ngga boleh hehe

Oh ya saya dapat kiriman resep dari sahabat saya mamanya Prema, beliau bikin bolu kukus gula merahnya tanpa telur dan ngga pake mixer, kerennya..kapan-kapan mau saya coba juga dan dipamerkan dimari 😁
Ini Resepnya :
Bahan :
250 gulmer cairkan dengan 150 ml air. Saring. Dinginkan
(Aku kurangin tadi gulanya, takut kemanisan)
250 gr terigu
100 ml minyak
1/2 sdt BP
1/2 sdt BS

Caranya
Aduk rata semua bahan, masukkan kecetakan
panaskan kukusan sampai beruap banyak. Kukus kue 15 menit dengan api besar.

Mangga wilujeng nyobian, selamat mencoba.. kayanya mending pakai resep mamanya Prema deh, praktis soalnya hihi

Oh ya resep saya mah sumbernya dari sini

Rothenburg ob der Tauber, kota kecil nan cantik.

Bismillahirrahmanirrahim..

Hari Minggu pas sarapan, saya iseng ngajak kangmas ke Rothenburg ob der Tauber, eeeh kata kangmas, yo wes sana ganti baju kita jalan-jalan kesana sekarang.. hurraaaaa…akhirnya kesampaian juga lihat kota yg katanya terkenal kecantikan kota tuanya.
Danke…Danke..Dankeeee .. ‘Yaaank *ketjup2*
Hhmmm sayang sekali anak-anak ndak ada yg mau ikut, alasannya “aaah itu mah desa mamaaa..ngga baguus..” Dasar anak-anak gadis, maunya ke kota gede yg ada mall nya 😀
Alasan lainnya karena hari Minggu, dimana toko-toko tutup semua, Kecuali restoran, tukang roti atau cafe.
Jadi bisa dipastikan jalan-jalan ke desanya rada membosankan mereka.
Yasud, saya sama kangmas saja yg pergi, dan anak-anak katanya mau ngecat rumah, tepatnya mah ruang tamu dan ruang makan yg kebetulan jadi satu, ya jadi satulaaah wong rumahnya juga kecil hehe

Bek tu tema, Rothenburg ob der Tauber ini kota yang terkenal dengan kecantikan kota tuanya, dan pastinya sangat terpelihara, juga merupakan kota yang menjadi inspirasi beberapa film terkenal, diantaranya Pinokio si boneka kayu.
Rothenburg ob der Tauber ini merupakan bagian dari distrik Ansbach, Mittelfranken Bayern Jerman, kurang lebih sekitar 100 km dari tempat kami tinggal, ya kurang lebih 1 jam perjalan menggunakan kendaraan pribadi.
Kota ini banyak sekali dikunjungi wisatawan manca negara, terutama Jepang… !! Sampe heran saya itu, orang Jepang suka sekali ya jalan2 ke kota tua seperti ini.
Kalau ingin jelasnya bisa baca-baca di
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Rothenburg_ob_der_Tauber

Memasuki kota tuanya, sepertinya kita benar-benar berada di negara dongeng, begitu malewati pintu gerbangnya, saya hanya bisa berdecak kagum aaaiih cantiknyaaa…
Aaah ngga usah panjang lebar luas dan tinggi deh..mangga selamat menikmati, oh ya seperti biasa jemprat jepretnya pakai Hp, mudah2an bisa menampilkan kecantikan kota ini…

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8390.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8388.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8396.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8406.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8400.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8395.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8394.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8381.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8393.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8391.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8375.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8378.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8332.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8339.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8357.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8338.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8379.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8386.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8387.jpg

Kalau ini gedung Pemerintah daerahnya, embuh kenapa tiap jepret pakai Hp selalu miring huuuh…

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8320.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8340.jpg
Dan ini benteng yg mengelilingi kota tuanya,

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8401.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8404.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8403.jpg
Oh ya cemilan khas kota ini namanya Schneeballen , atau Snow Ball..terigu diuwel-uwel trs digoreng kasih toping macam-macam, rasanya..?? Enakkan Baso goreng kopong cocol sambel deh haha oh ya besarnya macam-macam dr yg diameter 5 cm sampai yg 10 cm 🙂

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8411.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8405.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8385.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8384.jpg
Ini beberapa cendera matanya

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8337.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8392.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8336.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8326.jpg
/>
/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8383.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8325.jpg
Dan terakhir dan bisa diabaikan adalah penjaga pintu masuk gedung Walikota… numpang tenar aaah heuheuuu

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2015/01/img_8397.jpg

Sebenarnya kurang bisa menikmati, karena cuaca yang mendung sekali disertai angin yang menggelebug, hadeuuuh bahasa naon ieu..ya angin yang gedelah maksudnya, yg bikin jemari dan muka berasa beku kedinginan ,jadi harus balik lagi pas sudah hangat cuacanya.

Daaaan sesampainya di rumah, disambut dengan rumah yang seperti sudah terkena angin menggelebug itu, alias berantakaaaaan dengan bekas-bekas kaki yang sudah nginjek cat dimana-manaa…!!!
Marah..?? Nggalaaah khan sudah di cat rumahnya sama gadis-gadis singsingkan lengan baju, bebereeees..!!
Maaf ngga ada fotonya, soalnya beneran ngga kepikiran mau foto, berantakannya itu lhooo… semua bergeser ke tengah ruangan dan parketnya tergores2… huwaaaa.. Marah..?? Nggalaaaah…
Udah aah penutupnya ko ndak cantik gini ya.. hahaa

Nürnberg, 06.01.2015

Panas Angin Dingin

Bismillahirrahmanirrahim..

Satu tempat tiga musim…
Dengan tekad dan niat yang kuat, akhirnya dapat foto 3 musim ini, pokona mah niat pisan laah hehe eeeh harusnya mah 4 musim yaah..?? Ntar kapan-kapan dikumplitin deh, nunggu April atau Mei pas sudah pada keluar sedikit daun-daunnya.

Eeeh di Indonesia sudah tahun 2015, selamat yaaa..semoga di tahun 2015 kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik lagi… semua doa terkabulkan…aamiin.

Ngga panjang-panjang aaah mangga dinikmati kalau memang bisa dinikmati 🙂

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_6318-0.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_7488-1.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8276-1.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_6320.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8288.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8274.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_7497.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8272-0.jpg

Foto-foto di bawah ini, salju pertama dan terakhir di tahun 2014..

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8261.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8257.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8259.jpg

Ini si Unyil lagi ngadem bentaran di halaman belakang 😀

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8264.jpg

Kalau ini Balkon kamar 😀

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8269.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8270.jpg
Halaman belakang yang seuprit dan berantakan 😀

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8285.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8283.jpg

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ec1/31403228/files/2014/12/img_8284.jpg

Nürnberg, 31.12.2014