Salah saya juga sih…

IMG_7962-0.PNG
foto dari sini

2 minggu yang lalu, mbak Iya bercerita kalau dia ketemu dengan ibu duta besar Indonesia untuk Jerman, ndak tau juga kenapa ko ibu Duta Besar ujug-ujug manggil mbak Iya saat nonton pertunjukkan kebudayaan Indonesia di Berlin.

Sambil tertawa mbak Iya bilang kalau dia malu sekali pas ditanya beliau, orang Indonesia..?? Bisa bahasa Indonesia..?? dan mbak Iya menjawab kalau dia kurang pintar berbahasa Indonesia, dan akhirnya sering menjawab pakai bahasa Inggris.. duuhh saya juga jadi ikutan maluuu…ya gimana ngga malu, emak bapaknya orang Indonesia asli ko anak-anaknya pada kurang bisa berbahasa Indonesia.

Padahal sudah sangat sering saya bilang untuk bicara bahasa Indonesia kalau di rumah sama anak-anak, jawabnya selalu saja… aaah susah mamaa..harus mikir dulu kalau mau cerita.
Pokoknya dipikiran mereka ribet kalau mau ngobrol pakai bahasa Indonesia itu :(
Bukan ngga bisa sama sekali sih, hanya pasif saja. kosa kata mereka terbatas sekali, heraaan pisan, soalnya emaknya kalau ngajak ngobrol selalu pakai bahasa Indonesia campur sunda, tapi keukeuuh saja dijawabnya pakai bahasa Jerman.
Lama kelamaan saya biarkan saja, dalam pikiran saya sepertinya sudah cukup mereka mengerti apa yang saya maksud.

Memang kalau kumpul bareng, anak-anak dan bapaknya selalu pakai bahasa Jerman, sementara saya menimpali dengan bahasa Indonesia :D

Banyak kejadian lucu gara-gara mereka jarang bicara bhs Indonesia itu, misalnya mereka asal menterjemahkan dr bhs Jerman ke bhs Indonesia spt “ini buku kamu” yang mereka terjemahkan “ini kamu buku” atau “ini kuping kamu” menjadi “ini kamu kuping” hihi

Atau kejadian seperti ini : disinih

Dan mungkin kesalahan fatal kami para orang tua disini itu adalah saat anak-anak berusaha bicara bahasa Indonesia, kami sering tertawa karena dialek mereka yg mengingatkan kami pada film-film jaman penjajahan dimana ada orang Belanda bicara bhs Indonesia :D
Kata saudara2 di Indonesia sih spt Cinta Laura..embuh saya ngga tau itu siapa hehe

Ada satu kejadian yg lucu saat Mbak Iya,Ola dan Ina bareng teman2 mereka yg kebetulan sama-sama anak indonesia yg gede disini, bernyanyi Indonesia pusaka, saat diberi teksnya mereka membaca seperti ini:

“Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nah Yayaaa…
Indonesia seyak dulu kalaaa
Tetap di puya-puya bangsaaa..”

Kenapa begitu..? Karena J di Jerman dibacanya Y ..!!! heuheuheu…

Yang paling jengkeeel niih, saat ngasih ceramah [baca:ngomel-ngomel] pake bahasa Indonesia, sudah panjaaaang ceramahnya..
Eeeh lalu dengan muka tak bersalah nanya “mama ngomong apa sih..??”
*pingsaaaan*

Nürnberg,09.12.2014

Sedih itu….

Bismillahirrohmanirrohim..

Sedih itu ketika mendengar si sulung mbak Iya sedang bersedih dan menghadapi masalah, kita tidak bisa memeluknya untuk berbagi kesedihan sekaligus menenangkannya.

Ada beberapa kejadian yang membuat saya betul-betul sedih dan ingin menangis, ketika mbak Iya telfon dengan terisak-isak, ingin rasanya saat itu ada disisinya, memeluknya dan mengatakan semua akan baik-baik saja, dan kami selalu ada untuk dia dalam keadaan apapun.

Kejadian pertama,
“Mamaaa… Seseorang mengambil paksa Hp saya…” begitu kata mbak Iya sambil menangis, lalu dia bercerita bagaimana kejadiannya, saat itu dia sedang asyik berbalas pesan dengan temannya di U-Bahn (kereta bawah tanah), ketika pintu kereta akan tertutup, seseorang dengan paksa merampas Hp nya, dan berlari pas ketika pintu menutup.
Kaget dan shok dan tidak bisa bicara apa-apa hanya terucap “Mein Handy…mein Handy… ” sambil menangis, orang-orang disekelilingnya nya pun tidak bisa berbuat banyak, selain ikut kaget, karena kejadiannya sangat cepat, tp ada yang langsung menghubungi Polisi dan melaporkan kejadian ini, ada juga yang berbaik hati meminjamkan Hp nya untuk menelpon, papanya dan saya.
Saya bisa merasakan ketakutan dan kebingungan mbak Iya saat itu.
Mendengar dia menangis rasanya perih sekali dan sesak dada.

Sepertinya orang itu sudah mengincar Hp mbak Iya yang lumayan bagus, iPhone 5 , atau bisa jadi sudah kerjaan dia menjambret.
Dan memang kabarnya kejadian seperti itu bukan satu dua kali di Berlin, ternyata jambret dan copet pun banyak sekali di Berlin, ya kota besar yang penuh dengan pendatang tanpa pekerjaan , jadi pelajaran juga buat mbak Iya dan juga buat kami, agar lebih hati-hati ketika di luar.

Kejadian kedua baru saja tadi malam,
Ketika Hp saya berdering, sekilas saya baca “Viera” Saya mengangkatnya dgn nada bercanda… tp diseberang sana yang terdengar hanya isak tangis dia, duuuh langsung saya bingung , mulai terbayang yg buruk-buruk dibenak.
Lalu saya tanya “kenapa mbak Iya..?? sakit..??”
Masih saja tersengar isak tangisnya, dan suara yang terbata-bata ..
Mulai ingin menangis saya saat itu
“Mbak iya kenapa mbak Iyaaa..???!!” mulai panik saya
Setelah beberapa saat, baru mbak Iya bercerita dan itu pun masih terputus-putus karena tangisan dia, akhirnya saya tau masalahnya lumayan berat dan membuat dia lemas dan bingung,
Butik tempat dia bekerja sudah tidak memerlukan dia dan dua temannya yang sama-sama pekerja paruh waktu lagi, dan mbak Iya ditelpon untuk tidak datang bekerja lagi..dengan alasan kurang pemasukan dan tidak bisa membayar mereka.
Suaranya yg sedih dan kecewa terdengar sangat jelas, duuhh mbak Iya ingin rasanya saya saat itu disebelah mbak Iya untuk memeluknya.
“mamaaa saya nanti merepotkan mama papa lagi, karena tabungan untuk membayar sekolah terpaksa terpakai untuk membayar apartemen… dan membayar yg lainnya..trs saya harus bagaimana..??”
begitu sambil terisak-isak.
Terus terang saat itu ada terselip sedikit rasa lega mendengar ceritanya, karena yg terbayang dibenak saya adalah kejadian buruk yg menimpanya, kejadian yang diakibatkan orang jahat.

Lalu saya pelan-pelan bicara kalau mbak Iya jangan terlalu memikirkan masalah itu, saya bilang dengan banyaknya pengalaman kerja, inshaa-Allah tidak akan terlalu sulit mendapat pekerjaan lagi, tenangkan diri mbak Iya…minum dulu lalu ambil wudhu terus sholat… nanti setelah sholat biasanya akan lebih tenang, dan mbak Iya bisa berfikir lebih jernih, satu pintu tertutup, inshaa-Allah banyak pintu yang terbuka..

Saat itu mbak Iya masih menangis, saya biarkan dia lama menangis dan bercerita, dan kembali saya tekankan, jangan terlalu dipikirkan, nanti sakit.
Itu cobaan buat mbak Iya agar lebih sabar… dan saya ulangi lagi untuk segera sholat, lalu saya bilang, mama tutup dulu telponnya yaaa… nanti 1 jam lagi mama telpon, mama ngobrol dulu sama papa…

Satu jam kemudian saya hubungi lagi mbak Iya, alhamdulillah sudah terdengar tenang, dan akhir pekan ini pelan-pelan mau mencari kerja lagi katanya. Saya tanya apa perlu saya ke Berlin..? Ndak usah, begitu jawabnya, tapi tetap saya mau ke Berlin minggu depan bareng Ola dan Ina, biar mbak Iya senang.. :)

Berat ya berjauhan dengan orang yang kita cintai, siapapun dia dan semakin berat ketika dia bersedih, dan kita tak bisa memeluk dan menghiburnya.

Semoga saja mbak Iya cepat mendapat pekerjaan lagi… aamiin…

Wir haben dich ganz doll lieb mbak Iya …!! 😘😘😘

Nürnberg, 05.12.2014

Gadisku, si cantik yang mandiri.

Tadi bales-balesan komentar disini, lalu ujung-ujungnya menuliskan “jadi kangen anak” dan saat itu pun saya dihinggapi rasa kangen sama si sulung Viera yang sekarang kuliah di Berlin, 500 km dari rumah.
Meski sekarang teknologi memungkinkan dan memudahkan untuk “bertemu” tapi tetap tidak bisa menggantikan kehadiran sosoknya yang manja tapi sekaligus sangat mandiri. Mengapa saya bisa mengatakan sangat mandiri..?? Karena diusianya yg baru 18 thn, dia sudah bisa menghidupi dirinya sendiri.
Ya dia sudah mampu membiayai hidupnya, membayar sewa apartemen, makan sehari-hari dan kebutuhan sekolahnya sendiri tanpa bantuan orang tua.
Saya, kami bukannya tidak mau membantu, tapi dia selalu menolak jika kami ingin memberi bantuan.
Suami malah bilang “ya dia memang harus begitu, dia harus sudah bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri”
Iihh kesannya ko jahat yaaa… yang pada akhirnya kami memang memberikan tambahan untuk mbak Iya, terserah mau dia pakai atau dia tabung.

Jadi ingat obrolan kami dengan mbak Iya begitu kami memanggilnya, sebelum pindah ke Berlin,

Saya : mbak Iya memang sudah tau berapa uang yang mbak Iya dapatkan dan yang harus dikeluarkan nanti setelah di Berlin..?”
Mbak Iya : “iya ma.. ini rincian pemasukan dan pengeluaran aku” sambil menyodorkan coretan dia.
Saya perhatikan pemasukan dia dan membandingkan dengan pengeluaran dia, pengeluarannya antara lain :
– membayar apartemen,
– biaya makan selama satu bulan
– Ongkos sekolah/bln
– Uang telpon/internet
– uang bahan-bahan praktek
– Uang bayaran sekolah

Saya sejenak tertegun melihat yang terakhir… Lalu saya tanya :
“Mbak Iya ini 600 euro uang sekolah apa..? bukannya ndak nyampe segini uang bahan praktek kuliah..??”
Jawabnya, ” ini khan buat bayar uang kuliah aku tahun depan ma, aku tidak mau menyusahkan mama dan papa lagi, Papa sudah membayar awal uang kuliah aku untuk tahun ini, dan tahun depan saya harus bisa membayar sendiri”

Dan jawaban itu membuat saya harus menahan air mata haru, aaah betapa mandiri dan dewasanya kamu mbak Iya…

Darimana dia dapat uang sendiri..??
Pertama dia mengajukan permintaan “hutang pendidikan” sama pemerintah Jerman, yg nanti harus dia ganti setelah dia kerja dengan menyicilnya dan itupun tidak diharuskan membayar 100%…alhamdulillah dikabulkan.

Pemasukan kedua itu dari tunjangan anak dari pemerintah Jerman sampai usia 25 thn, dengan syarat, setamat SMA dia langsung kuliah, kalau tidak langsung kuliah uang santunan itu putus.

Pemasukan terakhir adalah hasil kerja dia satu bulan. Sebelum pindah ke Berlin mbak Iya rajin melamar ke toko2 baju, dengan bekal dia sebagai model, akhirnya dia mendapat kerja di satu Butik di Berlin..alhamdulillah..
Dan saya pun terharu sekaligus bangga, karena kalau saya bayangkan pada akhir pekan, disaat anak seusia dia masih banyak yang bermalas-malasan di rumah, dia harus bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.
Dan bekerja buat mbak Iya bukanlah hal yang aneh, dia terbiasa kerja sebagai model, lalu mendapat panggilan untuk mendandani model lain, atau sebagai penerima tamu di kongres2 atau pameran-pameran internasional di kota kami dan di kota besar Jerman lainnya.
Dulu hanya sebagai sambilan, tapi sekarang satu keharusan dia bekerja.
Karena prinsip dia, saya sudah memutuskan keluar dari rumah, berarti saya sudah harus bisa bertanggungjawab atas diri saya sekaligus mampu hidup mandiri.
Namun meski demikian, alhamdulillah dia tetap anak yang patuh dan hormat kepada kami.

Oh ya mungkin ada yg bertanya-tanya, bukankah Kuliah di Jerman gratis..??
Betul kuliah di Universitas negeri memang gratis, tapi karena mbak Iya mengambil sekolah mode, sekolah yang benar-benar sesuai dengan minat dan bakatnya, dan ini adalah akademi privat/swasta yang harus bayar. Biaya pertahunnya 8500 euro, dan inshaa- Allah tahun depan dia sudah bisa membayar sendiri.
Jadi tidak berlebihan jika saya menyebut dia Gadisku yang cantik dan mandiri bukan..?? 😊

IMG_4524-0.JPG

IMG_7910.JPG

Ya Allah….hamba titipkan putri kami kepada-Mu…mohon lindungi dia dan jaga dia ya Allah… aamiin…

*aaah jadi ngga sabar nunggu mbak Iya pulang liburan natal nanti*

Nürnberg, 04.12.2014

Siapakah Yang Romantis..??

“Aaah kangmas saya mah ngga romantis, kayanya jauh deh dari romantis”, begitu saya sering ngobrol sama adik di Bandung, ulang taun cuma kasih kecupan doang di pipi sama kening pas pagi2 sekaligus nyuruh sholat shubuh, khan..khan kudunya kaya di pelem-pelem gitu, dibawain sarapan plus setangkai
Bunga Mawar hahaaai…

Selama ini kayanya ni otak dipengaruhi bangeut sama pelem-pelem orang kulit putih yg amat sangat ngemanjain pasangannya.
Jadi patokan romantis ngga nya kangmas, ya saya bandingin sama entu pelem-pelem.
Padahaal kata teman-teman mah, romantis itu macam-macam ngga cuma kudu bawain bunga mawar, kalau mau dibawain bunga mawar terus mah, nikah saja sama tukang bunga, tiap hari pasti dibawain tuh bunga macam-macam pulaaa hahaha

Pernah nih saya sudah cape-cape kirim WA ke suami, jiaaah kirim WA pake cape *bletak dijitak*
Isinya begini…

IMG_7762-1.PNG

Eeeh ko ngga dibales2 ya..? Padahal contrengannya 2 gitu, khan berarti udah kekirim.
semenit berlalu…lima menit, sejam dua jam berlalu, dikit2 lirik Hp, kalau bunyi tuh Hp langsung berharap kangmas balas..aaah ternyata sampai dia balik ngantor, kaga dibales sodaraaa…!! *pengen gigit kursi*
Sambil pasang muka penuh perhatian dan sayang, *cieee..* saya tanya “‘Yank…buka hp ngga hari ini..?? Baca WA ngga..?”
Jawabnya sambil tersenyum..aah dia mah emang senyum meluluuu, tp emang adem sih lihat senyumannya ..eheem..eheem..
“Oooh belum tuh..?? Ada apa emangnya..?” tanya kangmas.
Saya jawab “aaah ngga ada apa-apa, ngga penting ko” dengan lembut..pdhl iihhh gemes bangeuut.
“Ya udin kalo gitu mah” lanjut saya

Besok pagi-pagi penasaran dong, saya tanya lagi “udah dibaca ‘Yank..?”
“Sudah…” gitu doang sambil nyubit pipi… jiaaaah mestinya khan bales gitu “ai lop yu tu trs pake icon ketjup2 yg ada cintanya”

Malah kirim pesan buat pergi ke Dokter buat infus :(

Kejadian ini ngga sekali dua kali gitu,
jadi semakin mengukuhkan pendapat saya kalau doi ngga romantis.
Tapi ternyata banyak kejadian kalau saya cerita sama teman-teman dekat saya itu, justru kangmas itu amat romantis…

Salah satunya, hampir setiap akhir pekan, kangmas yang selalu buatkan dan bawakan sarapan buat saya, kadang nawarin mau disuapin ngga..?? Hihi
Dan kata sobat-sobat itu romantis.

Salah duanya, iihh bahasa apa pula ini..?? :D
Kangmas selalu memberi kejutan yg manis, kang mas tau persis kalau istrinya demen banget sama kang Buble, eeeehh di mobil ujug-ujug muter CD barunya kang Buble.. Waaah bahagia…*ketjup2*
Waktu hamil Atul, saya lihat di TV iklan CD kumpulan lagu-lagu jadul sekali, tp mahaaal..sempet nyeletuk pengen…eeehh ngga lama datang paket..dan isinya kumpulan CD ituuu…!! *ketjup-ketjup lagi*
Pengen banget ke Venezia eeeh kangmas ngabulin jalan-jalan ke Italia meski ada protesnya juga, kapan-kapan cerita deh.

Dan salah tiganya, waktu saya dan kangmas jalan bareng anak-anak gadis ke Frankfurt, berhubung sepatu Boot saya pake tali dan selalu lepas, akhirnya kangmas bilang “sini duduk dulu, dari yg paling gede sampe yg kecil mesti Papa yg benerin tali sepatu” sambil jongkok betulin tali sepatu saya… *aaahh kamu memang suami paling baik sedunia*
Dan kata sobat-sobat saya itu juga romantis

IMG_2054.JPG

Naaah sekarang bicara tentang saya,
saya yg menuntut kangmas romantis, kira-kira apakah saya romantis..???

Waktu jalan-jalan ke Venezia, yg konoon kata banyak orang kota romantis, tanggapan saya saat itu…??
Iih dimana romantisnya tanya saya dalam hati, kanal-kanal kecil yg mengelilingi kota ini saya sebut selokan :D yang menurut hidung saya yang mungkin ndak normal, bau payau atau embuh bau apa, pokoknya bau deh… berenti bentaran buat foto, trs lanjut lagi… ditambah turisnya buanyaaaak plus suhu saat itu kurleb 35 derajat, jd boro2 enjoy puanaaas yg ada.
Jadi ngga ada romantisnya deh buat saya itu Venezia hahaha parah yaaah.
Ini salah satu foto waktu di Venezia.

IMG_5097.JPG

Tapi saya pengen balik lagi, bukan ke kota Venezianya tp ke Laguna2 sekitarannya yg pengen disamperin, soalnya lihat foto-foto mbak Fee Jalan2 liburan di IG bikin mupeeng.

Masih di Italia, kita mampir di salah satu kota kecil Lazise namanya dipinggir danau yg seperti laut Lake Garda, cantiik … debur ombak yg memecah bebatuan bikin betah deh, dan kangmas bisa betah bangeuut duduk sambil memandangi burung-burung camar yang terbang, biasanya kangmas sambil dzikir gitu, dan usap-usap punggung saya, sementara istrinya disebelahnya malah main game Candy Crush di Hp hahaha *paraaaah*
Ini salah satu pemandangan di Lazise

IMG_4682-0.JPG

Jadi jelas sudah, siapa yang justru romantis..?? :D
Bagaimana dengan pasangan atau kalian sendiri..??

Selamat berakhir pekan sahabat semua, semoga Allah melimpahkan nikmat sehat buat semuanya.

Nürnberg, 29.11.2014

Gugur 2014

Assalamu alaykum warahmatullah wabarokatuh..

Apa kabar semuanyaaa..?? Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan nikmat sehat bagi kita semua..aamiin…

Musim gugur itu salah satu musim yang paling saya sukai, warna warni yang indah mampu mengalahkan udara yang mulai dingin, meski terkadang hujan, mendung menghiasi, tapi keindahan warna-warninya mengalahkan rasa dingin dan kelabunya hari.
Allah Dzat Yang Maha Indah yg menciptanya…
Foto-foto ini diambil sambil sesepedahan, dan yg dekat-dekat rumah saja, padahal pengennya mah jalan jauuuh ke hutan, sayang cuaca yg tak menentu membatasi langkah untuk mengabadikan keindahannya.

1 bulan terakhir menjelang musim dingin, warna-warni yang hadir seolah-olah menghibur dan memanjakan mata sebelum 3 bulan kedepan berwarna putih dan abu-abu..:)

IMG_7355-1.JPG

IMG_7350-1.JPG

IMG_7351-1.JPG

IMG_7352-0.JPG

IMG_7047-0.JPG

IMG_7045.JPG

IMG_7354-0.JPG

IMG_7050.JPG

IMG_7380.JPG

IMG_7361.JPG

IMG_7359.JPG

IMG_7362.JPG

IMG_7126.JPG

IMG_7397.JPG

IMG_7336.JPG

IMG_7067.JPG

IMG_7133.JPG

IMG_6315.JPG

IMG_7075.JPG

IMG_7056.JPG

Nürnberg, 14.11.2014

IMG_7494.JPG

IMG_7488.JPG

IMG_7497.JPG

IMG_7495.JPG

IMG_7490.JPG

Titian

Bismillahirrohmanirrohim…

20140514-151703.jpg

Melihat anak tangga menuju ke atas itu selalu bikin narik nafas panjang, terbayang cape dan pegalnya, tetapi betapa leganya saat menginjakkan kaki di tangga terakhir.
Setiap menginjak anak tangganya membuat saya merenung, seperti hal keimanan, untuk menaikkan qualitas iman memerlukan perjuangan.
Jd jangan pernah lelah untuk selalu meningkatkan kualitas keimanan kita, dengan satu harapan Allah SWT membalas dengan cahaya surga-Nya…inshaAllah.
Namun sebaliknya, kualitas iman kita akan sangat mudah turun tanpa kita sadari, semoga kita tetap istiqomah..aamiin.

Foto ini diikutsertakan dalam lomba Turnamen Foto Perjalanan Ronde 42 : Grey

Nürnberg, 14.05.2014

Karena sudah selesai lombanya, foto tangga yg pertama saya aplot lagi :D

20140525-184522-67522363.jpg

Ini apa yaaa…??

Bismillahirrohmanirrohim..

Aduuh memang sudah lama pisan ngga nengokin rumah, buka pintunya pun sampe bunyi kreeeek gitu dan debunyaaaa ..5 cm …!!! *lebay* :D
Untung diingetin eda MS , kalau Laba-labanya sudah nunggu di depan pintu hihi.

Ambil kemonceng, lap pel, sapu plus ember isi pewangi, lalu kibas kerudung..siaap bebereees..ada yg mau bantuin..??

Naaah saking kotornya ni rumah, sampe ada pengunjung tak diundang nemplok di tembok, takut-takut saya samperin lalu lalu ambil Hp, pasang lensa tambahan untuk buat makro, ngga berani pakai lensa yg lebih besar kemampuan ngambil gambarnya, krn harus super dekat dgn tamu ini.
Setelah beberapa kali berhasil menjepret tamu ini, tiba-tiba dia terbaaang, sukses bikin saya hampir terjengkang saking kagetnya dan takut yang pasti sih, takut tiba-tiba “mencium” muka saya hahaha
Nah ini dia penampakan tamu itu

20140509-163621.jpg

Dan ini sempat memberanikan diri untuk lebih dekat lagi sama tamunya, hasilnya rada blur, tangan ngga jejeg dan angin yg lumayan besar juga, punggungnya spt ada mata dan mulut ya, apa ini alat kamuflasenya dia buat melindungi dirinya yaa…

20140509-170655.jpg

Nürnberg, 09.05.2014